简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Mata Uang Asia Menguat Terbatas Saat Dolar Melemah
Ikhtisar:Mata uang Asia menguat terbatas setelah dolar AS melemah menyusul data tenaga kerja AS yang lebih lunak dari perkiraan. Yen Jepang stabil di kisaran 161 per dolar AS, dengan perhatian pasar tetap tertuju pada risiko intervensi otoritas Jepang.

Sebagian besar mata uang Asia bergerak menguat pada Jumat setelah dolar AS melemah akibat data payrolls AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Data tersebut membuat pelaku pasar mengurangi sebagian ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Kenaikan mata uang regional tetap terbatas karena pasar masih berhati-hati terhadap prospek suku bunga AS yang tinggi. Libur pasar AS pada Jumat juga membuat volume perdagangan cenderung lebih tipis.
Yen Jepang stabil, dengan dolar AS berada di sekitar kisaran 161 yen. Mata uang Jepang sebelumnya sempat pulih dari level terlemahnya dalam 40 tahun setelah otoritas Jepang kembali memperingatkan soal kemungkinan intervensi untuk menahan spekulasi berlebihan terhadap yen.
Pergerakan mata uang Asia lainnya cenderung moderat. Dolar Australia naik hampir 0,3%, sementara yuan China menguat tipis terhadap dolar AS. Rupee India juga sedikit menguat, dolar Singapura relatif datar, sedangkan dolar Taiwan melemah tipis.
Sentimen risiko masih tertahan oleh ketidakpastian terkait pembicaraan AS-Iran dan situasi Selat Hormuz. Dengan latar tersebut, pelemahan dolar membantu mata uang Asia, tetapi belum cukup mendorong reli yang lebih luas.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
